{"id":205,"date":"2026-01-22T03:03:50","date_gmt":"2026-01-22T03:03:50","guid":{"rendered":"https:\/\/chtmatcha.com\/?p=205"},"modified":"2026-01-22T07:36:30","modified_gmt":"2026-01-22T07:36:30","slug":"what-does-matcha-taste-like","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/chtmatcha.com\/id\/what-does-matcha-taste-like\/","title":{"rendered":"Seperti Apa Rasa Matcha? Panduan Profesional untuk Profil Rasa"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-208 size-full\" src=\"https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/authentic-ceremonial-matcha-bowl-creamy-foam.webp\" alt=\"Foto close up dari mangkuk matcha seremonial otentik dengan busa lembut dan bubuk hijau cerah.\" width=\"1408\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/authentic-ceremonial-matcha-bowl-creamy-foam.webp 1408w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/authentic-ceremonial-matcha-bowl-creamy-foam-300x164.webp 300w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/authentic-ceremonial-matcha-bowl-creamy-foam-1024x559.webp 1024w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/authentic-ceremonial-matcha-bowl-creamy-foam-768x419.webp 768w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/authentic-ceremonial-matcha-bowl-creamy-foam-18x10.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 1408px) 100vw, 1408px\" \/><\/p>\n<p>Bagi banyak orang, pengalaman pertama dengan matcha bisa jadi tidak terduga.<\/p>\n<p>Tidak seperti teh hijau yang diseduh, matcha memiliki profil rasa yang kuat dan pekat. Namun, ada kesalahpahaman yang signifikan di pasar: banyak konsumen mengasosiasikan matcha sebagai sesuatu yang terlalu pahit, berumput, atau bahkan \u201camis\u201d.\u201d<\/p>\n<p><strong>Hal ini tidak benar secara ilmiah.<\/strong> Rasa yang tidak menyenangkan ini biasanya merupakan indikator dari produksi berkualitas rendah, oksidasi, atau penyimpanan yang tidak tepat, daripada karakteristik teh itu sendiri.<\/p>\n<p><strong>Jawaban Singkatnya<\/strong><\/p>\n<p>Jika disiapkan dengan benar, matcha berkualitas tinggi menyajikan keseimbangan yang canggih dari tiga elemen inti:<\/p>\n<blockquote><p><strong>Matcha premium didefinisikan dengan rasa Umami (gurih) yang kaya, aroma Vegetal yang segar, dan Amami (manis) yang berbeda. Teksturnya harus bertekstur penuh dan lembut, tanpa rasa sepat yang tajam atau rasa amis.<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Dalam panduan ini, kami akan menganalisis profil sensorik matcha otentik, menjelaskan ilmu pengetahuan di balik cacat rasa yang umum terjadi, dan memberikan standar untuk mengidentifikasi kualitas.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-210 size-full\" src=\"https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/matcha-powder-color-comparison-brown-vs-green.webp\" alt=\"Perbandingan warna antara matcha cokelat teroksidasi dan matcha seremonial hijau cerah yang segar.\" width=\"1408\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/matcha-powder-color-comparison-brown-vs-green.webp 1408w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/matcha-powder-color-comparison-brown-vs-green-300x164.webp 300w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/matcha-powder-color-comparison-brown-vs-green-1024x559.webp 1024w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/matcha-powder-color-comparison-brown-vs-green-768x419.webp 768w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/matcha-powder-color-comparison-brown-vs-green-18x10.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 1408px) 100vw, 1408px\" \/><\/p>\n<h2>Cacat Umum: Memahami Cacat<\/h2>\n<p>Sebelum menganalisis profil rasa yang ideal, penting untuk memahami mengapa beberapa matcha terasa tidak enak. Jika secangkir terasa \u201camis\u201d atau \u201cberlumpur\u201d, biasanya hal itu disebabkan oleh reaksi kimia tertentu atau masalah penilaian.<\/p>\n<h3>1. Bau \u201cAmis\u201d: Oksidasi dan Panas<\/h3>\n<p>Aroma \u201camis\u201d adalah keluhan yang paling umum di antara konsumen baru. Meskipun matcha harus memiliki aroma laut, matcha tidak boleh berbau seperti makanan laut basi.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Oksidasi:<\/strong> Bubuk matcha memiliki luas permukaan yang tinggi, membuatnya rentan terhadap oksidasi. Ketika terkena udara atau panas, asam lemak dan asam amino dalam daun teh akan terurai. Degradasi ini menciptakan bau amis yang berbeda dan tidak sedap.<\/li>\n<li><strong>Memproses Panas:<\/strong> Matcha otentik digiling dengan batu dengan kecepatan rendah untuk mempertahankan suhu rendah. Matcha yang diproduksi secara massal sering kali digiling menggunakan pabrik industri berkecepatan tinggi, menghasilkan panas yang \u201cmembakar\u201d daun dan menghancurkan senyawa rasa yang lembut, sehingga menghasilkan rasa yang kusam dan seperti logam.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Indikator Visual:<\/strong> Matcha yang otentik harus berwarna hijau elektrik yang cerah. Warna zaitun atau kecoklatan yang kusam menandakan oksidasi dan kemungkinan profil rasa yang buruk.<\/p>\n<h3>2. Rasa Pahit yang \u201cBersahaja\u201d: Kelas dan Ukuran Partikel<\/h3>\n<p>Jika matcha terasa sangat pahit atau memiliki tekstur yang kasar dan berpasir (sering digambarkan sebagai \u201cmeminum kotoran\u201d), kemungkinan besar ada masalah dengan bahan baku atau proses penggilingannya.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Kandungan Tanin Tinggi (Kelas Kuliner):<\/strong> Matcha dengan kualitas yang lebih rendah dipanen dari daun yang lebih tua di akhir musim. Daun-daun ini telah terpapar lebih banyak sinar matahari, mengubah asam amino manisnya (L-theanine) menjadi katekin pahit (tanin). Kelas ini dirancang untuk dipanggang, di mana gula menutupi rasa pahitnya, bukan untuk diminum langsung.<\/li>\n<li><strong>Ukuran Partikel:<\/strong> Matcha premium digiling dengan ukuran partikel 5-10 mikron. Hal ini memungkinkannya untuk dengan mudah tersuspensi di dalam air, menciptakan rasa yang lembut di mulut. Produksi yang lebih murah menghasilkan partikel yang lebih kasar yang tidak larut dengan baik, menciptakan tekstur berkapur atau berpasir.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Profil Otentik: Umami, Sayuran, dan Manis<\/h2>\n<p>Matcha Ceremonial Grade Otentik menawarkan pengalaman sensorik yang kompleks yang didorong oleh komposisi kimianya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-212 size-full\" src=\"https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/matcha-flavor-profile-umami-vegetal-notes.webp\" alt=\"Visualisasi catatan rasa matcha yang menunjukkan edamame, rumput laut, dan cokelat hitam.\" width=\"1408\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/matcha-flavor-profile-umami-vegetal-notes.webp 1408w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/matcha-flavor-profile-umami-vegetal-notes-300x164.webp 300w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/matcha-flavor-profile-umami-vegetal-notes-1024x559.webp 1024w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/matcha-flavor-profile-umami-vegetal-notes-768x419.webp 768w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/matcha-flavor-profile-umami-vegetal-notes-18x10.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 1408px) 100vw, 1408px\" \/><\/p>\n<h3>1. Umami (Inti Gurih)<\/h3>\n<p>Karakteristik yang menentukan dari matcha berkualitas tinggi adalah <strong>Umami<\/strong>. Rasa gurih ini berasal dari <strong>L-theanine<\/strong>, asam amino yang terakumulasi ketika tanaman teh dinaungi selama 3-4 minggu sebelum panen.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Profil:<\/strong> Mirip dengan rasa gurih yang ditemukan pada kaldu rumput laut, sayuran kukus, atau tomat ceri. Ini memberikan sensasi \u201cpenuh\u201d di langit-langit mulut.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Catatan Sayuran<\/h3>\n<p>Sebagai produk nabati, matcha memiliki kualitas nabati yang melekat. Namun, ada perbedaan antara \u201csegar\u201d dan \u201cbasi\u201d.\u201d<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Diinginkan:<\/strong> Aroma edamame segar, bayam muda, atau kacang polong.<\/li>\n<li><strong>Tidak diinginkan:<\/strong> Aroma jerami kering, jerami, atau rumput rawa.<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-224 size-full\" src=\"https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/matcha-taste-flavor-wheel-chart.webp\" alt=\"Bagan roda rasa matcha yang menunjukkan keseimbangan rasa manis, umami, dan pahit.\" width=\"1408\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/matcha-taste-flavor-wheel-chart.webp 1408w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/matcha-taste-flavor-wheel-chart-300x164.webp 300w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/matcha-taste-flavor-wheel-chart-1024x559.webp 1024w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/matcha-taste-flavor-wheel-chart-768x419.webp 768w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/matcha-taste-flavor-wheel-chart-18x10.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 1408px) 100vw, 1408px\" \/><\/p>\n<h3>3. Amami (Rasa Manis Alami)<\/h3>\n<p>Matcha berkualitas tinggi memiliki rasa manis alami, yang dalam bahasa Jepang dikenal sebagai <em>Amami.<\/em>. Ini bukan rasa manis yang manis, tetapi sisa rasa yang tertinggal yang menyeimbangkan aroma nabati. Rasa ini sering dibandingkan dengan rasa manis halus yang ditemukan pada jagung manis atau kacang polong yang dimasak.<\/p>\n<h3>4. Rasa dan Tekstur di Mulut<\/h3>\n<p>Rasa juga tentang tekstur. Karena suspensi partikel mikro, matcha yang disiapkan dengan baik harus memiliki <strong>tubuh yang lembut dan seperti beludru<\/strong>. Seharusnya terasa padat di mulut, mirip dengan latte, bahkan ketika disiapkan dengan air.<\/p>\n<h2>Membedakan \u201cKelautan\u201d dengan \u201cMencurigakan\u201d<\/h2>\n<p>Hal yang sering membingungkan adalah perbandingannya dengan rumput laut. Sangat penting untuk membedakan antara aroma laut yang segar dan rasa amis yang tidak menyenangkan.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Catatan Nori (Rumput Laut):<\/strong> Matcha Jepang yang otentik sering kali memiliki aroma laut yang bersih, mirip dengan Nori segar dan kering yang digunakan dalam sushi. Ini adalah hasil dari tanah yang kaya mineral (terroir) dan dianggap sebagai atribut positif.<\/li>\n<li><strong>Bau amis:<\/strong> Bau yang menyengat dan berat yang menyerupai makanan laut basi adalah cacat yang disebabkan oleh pembusukan atau pemrosesan yang buruk.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Aturan Jempol:<\/strong> Aromanya harus segar dan renyah (seperti angin laut), tidak berbau berat atau anyir (seperti pasar ikan).<\/p>\n<h2>Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rasa: Kelas dan Terroir<\/h2>\n<p>Rasa matcha sangat ditentukan oleh kualitas dan daerah asalnya.<\/p>\n<h3>1. Kelas Seremonial vs Kelas Kuliner<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Kelas Seremonial:<\/strong> Dipanen pada saat musim semi. Mengandung konsentrasi L-theanine dan klorofil tertinggi. Rasanya lembut, manis, dan halus.<\/li>\n<li><strong>Kelas Kuliner:<\/strong> Dipanen pada musim panas atau musim gugur. Mengandung katekin astringen yang lebih tinggi. Rasanya kuat dan pahit, dirancang untuk memotong bahan-bahan lain dalam resep.<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-220 size-full\" src=\"https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/shaded-green-tea-plantation-japan.webp\" alt=\"Ladang teh hijau yang teduh di Jepang menghasilkan matcha dengan l-theanine yang tinggi.\" width=\"1408\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/shaded-green-tea-plantation-japan.webp 1408w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/shaded-green-tea-plantation-japan-300x164.webp 300w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/shaded-green-tea-plantation-japan-1024x559.webp 1024w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/shaded-green-tea-plantation-japan-768x419.webp 768w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/shaded-green-tea-plantation-japan-18x10.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 1408px) 100vw, 1408px\" \/><\/p>\n<h3>2. 2. Dampak dari Terroir (Asal)<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Matcha Jepang (misalnya, Uji, Nishio):<\/strong> Dikenal dengan aroma laut dan gurih (Umami) yang lebih kuat karena komposisi tanah dan metode pengukusan yang spesifik.<\/li>\n<li><strong>Matcha Cina:<\/strong> Seringkali menunjukkan profil yang lebih ke arah kacang-kacangan, bunga, atau panggang dengan pengaruh laut yang lebih sedikit. Matcha seremonial Cina kelas atas dapat menawarkan kehalusan dan nilai yang luar biasa, memberikan alternatif yang berbeda dari profil Jepang klasik.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Mengoptimalkan Pengalaman: Tips Persiapan<\/h2>\n<p>Bahkan matcha premium pun bisa terasa tidak enak jika tidak disiapkan dengan benar. Ikuti protokol ini untuk memastikan rasa yang optimal:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Kontrol Suhu:<\/strong><strong>Jangan pernah menggunakan air mendidih.<\/strong> Air pada suhu 100\u00b0C (212\u00b0F) akan membuat bubuk teh menjadi panas dan melepaskan tanin yang berlebihan, sehingga menyebabkan rasa pahit. Suhu optimal adalah <strong>80\u00b0C (175\u00b0F)<\/strong>.<\/li>\n<li><strong>Pengayakan sangat penting:<\/strong> Listrik statis menyebabkan bubuk matcha menggumpal. Gumpalan ini tidak terhidrasi dengan baik dan menghasilkan tekstur berpasir. Selalu saring bubuk melalui saringan halus sebelum diaduk.<\/li>\n<li><strong>Opsi Latte:<\/strong> Bagi mereka yang sensitif terhadap rasa tanah, lemak (susu atau susu oat) mengikat tanin dan menetralkan rasa pahit, sehingga menonjolkan rasa manis alami teh.<\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-216 size-full\" src=\"https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/sifting-matcha-powder-fine-texture.webp\" alt=\"Ayak bubuk matcha melalui saringan jaring halus untuk mencegah gumpalan dan tekstur berpasir.\" width=\"1408\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/sifting-matcha-powder-fine-texture.webp 1408w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/sifting-matcha-powder-fine-texture-300x164.webp 300w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/sifting-matcha-powder-fine-texture-1024x559.webp 1024w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/sifting-matcha-powder-fine-texture-768x419.webp 768w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/sifting-matcha-powder-fine-texture-18x10.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 1408px) 100vw, 1408px\" \/><\/p>\n<h2>Untuk Pemilik Bisnis: Menjelaskan Matcha kepada Pelanggan<\/h2>\n<p>Bagi pemilik kafe dan peritel, mendeskripsikan rasa secara akurat adalah kunci untuk mengelola ekspektasi pelanggan.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Hindari:<\/strong> Kata-kata seperti \u201crumput laut\u201d, \u201cpahit\u201d, atau \u201cberumput\u201d, yang dapat memiliki konotasi negatif bagi pemula.<\/li>\n<li><strong>Gunakan:<\/strong> Istilah-istilah seperti <strong>\u201cBersahaja,\u201d \u201cGurih,\u201d \u201cSeperti kacang,\u201d<\/strong> dan <strong>\u201cHalus.\u201d<\/strong><\/li>\n<li><strong>Lapangan:<\/strong> \u201cProduk ini memiliki profil yang kaya dan bersahaja seperti cokelat hitam, dengan hasil akhir yang lembut dan rasa gurih yang alami.\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-221 size-full\" src=\"https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/iced-matcha-oat-milk-latte-layer.webp\" alt=\"Es matcha latte dengan lapisan susu oat, alternatif yang lebih manis untuk pemula.\" width=\"1408\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/iced-matcha-oat-milk-latte-layer.webp 1408w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/iced-matcha-oat-milk-latte-layer-300x164.webp 300w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/iced-matcha-oat-milk-latte-layer-1024x559.webp 1024w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/iced-matcha-oat-milk-latte-layer-768x419.webp 768w, https:\/\/chtmatcha.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/iced-matcha-oat-milk-latte-layer-18x10.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 1408px) 100vw, 1408px\" \/><\/p>\n<h2>Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)<\/h2>\n<p><strong>T: Apakah matcha seharusnya terasa seperti teh hijau?<\/strong><\/p>\n<p>J: Ya, tetapi lebih intens. Karena Anda mengonsumsi seluruh daun daripada infus, rasanya jauh lebih pekat, lebih kaya, dan lebih pekat daripada teh hijau yang diseduh.<\/p>\n<p><strong>T: Apakah matcha merupakan rasa yang didapat?<\/strong><\/p>\n<p>J: Sering, ya. Seperti cokelat hitam, kopi, atau anggur kering, keseimbangan yang kompleks antara rasa gurih dan pahit dapat membutuhkan waktu untuk dinikmati.<\/p>\n<p><strong>T: Apakah rasanya seperti bayam?<\/strong><\/p>\n<p>J: Bisa. Kandungan klorofil yang tinggi memberi matcha aroma sayuran segar yang mengingatkan pada sayuran kukus atau bayam. Ini menunjukkan kesegaran.<\/p>\n<p><strong>T: Apakah matcha itu pahit?<\/strong><\/p>\n<p>J: Sedikit rasa sepat yang menyenangkan adalah normal (seperti anggur merah), tetapi rasa pahit yang agresif menunjukkan teh berkualitas rendah, suhu air yang berlebihan, atau rasio yang tidak tepat.<\/p>\n<p><strong>T: Mengapa rasa matcha saya tidak seperti biasanya?<\/strong><\/p>\n<p>J: Jika rasanya lemah atau encer, kemungkinan besar Anda menggunakan terlalu banyak air atau tidak cukup bubuk. Rasio standarnya adalah kira-kira 2 gram bubuk untuk 70 ml air.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Rasa matcha adalah cerminan langsung dari kualitasnya. Jika pengalaman Anda didefinisikan oleh bau amis atau tekstur berpasir, Anda belum merasakan matcha yang sebenarnya.<\/p>\n<p>Matcha yang otentik menawarkan keseimbangan yang sempurna antara Umami, kesegaran sayuran, dan rasa manis. Ini adalah profil rasa yang patut dihargai dan, jika diperoleh dengan benar, menawarkan pengalaman sensorik yang menyenangkan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>For many, the first experience with matcha can be unexpected. Unlike steeped green tea, matcha has a robust and concentrated flavor profile. However, there is a significant misconception in the market: many consumers associate matcha with being excessively bitter, grassy, or even \u201cfishy.\u201d This is scientifically incorrect. These unpleasant flavors are typically indicators of low-quality [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":229,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-205","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/chtmatcha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/chtmatcha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/chtmatcha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chtmatcha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chtmatcha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/chtmatcha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":225,"href":"https:\/\/chtmatcha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205\/revisions\/225"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chtmatcha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/229"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/chtmatcha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/chtmatcha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/chtmatcha.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}